Kamis, 20 September 2012

Sayyidah Aminah a.s


Pribadi Agung, Teladan Kaum Wanita, Pemimpin Para Ibu

Berkatalah Baginda Nabi Muhammad SAW tentang nasabnya. “ALLAH telah memilih aku dari Kinanah, dan memilih Kinanah dari suku Quraisy bangsa Arab. Aku berasal dari keturunan orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik.” Dengarlah sabdanya lagi, “Allah memindahkan aku dari sulbi-sulbi yang baik ke rahim-rahim yang suci secara terpilih dan terdidik. Tiadalah bercabang dua, melainkan aku di bahagian yang terbaik.”

Aminah binti Wahab. Ibu dari Nabi Muhammad SAW yang diutus ALLAH sebagai rahmat seluruh alam. Cukuplah baginya kemuliaan dan kebanggaan yang tidak dapat dimungkiri, bahwa Allah Azza Wa Jalla memilihnya sebagai ibu seorang rasul mulia dan nabi yang terakhir. Seorang wanita berhati mulia, pemimpin para ibu. Seorang ibu yang telah menganugerahkan anak tunggal yang mulia pembawa risalah yang lurus dan kekal, rasul yang bijak, pembawa hidayah. Dialah Bunda Aminah bukan cuma ibu seorang rasul atau nabi, tetapi juga wanita pengukir sejarah. Kerana risalah yang dibawa putera tunggalnya sempurna, benar dan kekal sepanjang zaman. Suatu risalah yang bermaslahat bagi umat manusia. Berkatalah Ibnu Ishaq tentang Bunda Aminah binti Wahab ini. “Pada waktu itu ia merupakan gadis yang termulia nasab dan kedudukannya di kalangan suku Quraisy.”

Aminah binti Wahab merupakan bunga yang indah di kalangan Quraisy serta menjadi puteri dari pemimpin Bani Zuhrah. Pergaulannya senantiasa dalam penjagaan dan tertutup dari pandangan mata. Terlindung dari pergaulan bebas sehingga sukar untuk dapat mengetahui jelas penampilannya atau gambaran fisikalnya. Para sejarawan hampir tidak mengetahui kehidupannya kecuali sebagai gadis Quraisy yang paling mulia nasab dan kedudukannya di kalangan Quraisy.

Meski tersembunyi, baunya yang harum semerbak keluar dari rumah Bani Zuhrah dan menyebar ke segala penjuru Makkah. Bau harumnya membangkitkan harapan mulia dalam jiwa para pemudanya yang menjauhi wanita-wanita lain yang terpandang dan dibicarakan orang.

Menurut penilaian Dr. Bint Syaati tentang Aminah ibunda Nabi Muhammad SAW yaitu. “Masa kecilnya dimulai dari lingkungan paling mulia, dan asal keturunannya pun paling baik. Ia (Aminah) memiliki kebaikan nasab dan ketinggian asal keturunan yang dibanggakan dalam masyarakat aristokrasi (bangsawan) yang sangat membanggakan kemuliaan nenek moyang dan keturunannya.” 

ALLAH memilih Aminah “Si Bunga Quraisy” sebagai isteri Sayyid Abdullah bin Abdul Muthalib di antara gadis lain yang cantik dan suci. Ramai gadis yang meminang Abdullah sebagai suaminya seperti Ruqaiyah binti Naufal, Fatimah binti Murr, Laila al-Adawiyah, dan masih ramai wanita lain yang telah meminang Abdullah.

Ibnu Ishaq menuturkan tentang Abdul Muthalib yang membimbing tangan Abdullah anaknya setelah menebusnya dari penyembelihan. Lalu membawanya kepada Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah – yang waktu itu sebagai pemimpin bani Zuhrah – untuk dinikahkan dengan Aminah.

Cahaya yang semula memancar di dahi Abdullah kini berpindah ke Aminah, padahal cahaya itulah yang membuat wanita-wanita Quraisy rela menawarkan diri sebagai calon isteri Abdullah. Setelah berhasil menikahi Aminah, Abdullah pernah bertanya kepada Ruqaiyah mengapa tidak menawarkan diri lagi sebagai suaminya. Apa jawab Ruqayah, “Cahaya yang ada padamu dulu telah meninggalkanmu, dan kini aku tidak memerlukanmu lagi.

Fatimah binti Murr yang ditanyai juga berkata, “Hai Abdullah, aku bukan seorang wanita jahat, tetapi kulihat aku melihat cahaya di wajahmu, kerana itu aku ingin memilikimu. Namun ALLAH tak mengizinkan kecuali memberikannya kepada orang yang dikehendakiNya.” Jawaban serupa juga disampaikan oleh Laila al-Adawiyah. “Dulu aku melihat cahaya bersinar di antara kedua matamu kerana itu aku mengharapkanmu. Namun engkau menolak. Kini engkau telah mengawini Aminah, dan cahaya itu telah lenyap darimu.” 

Memang “cahaya” itu telah berpindah dari Abdullah kepada Aminah. Cahaya ini setelah berpindah-pindah dari sulbi-sulbi dan rahim-rahim lalu menetap pada Aminah yang melahirkan  Nabi Muhammad SAW. Bagi Nabi Muhammad merupakan hasil dari doa Nabi Ibrahim bapaknya. Kelahirannya sebagai kabar gembira dari Nabi Isa saudaranya, dan merupakan hasil mimpi dari Aminah ibunya. Aminah pernah bermimpi seakan-akan sebuah cahaya keluar darinya menyinari istana-istana Syam. Dari suara gaib ia mendengar, “Engkau sedang mengandung pemimpin umat.” 

Masyarakat di Makkah selalu membicarakan, kedatangan nabi yang ditunggu-tunggu sudah semakin dekat. Para pendeta Yahudi dan Nasrani, serta peramal-peramal Arab, selalu membicarakannya. Dan Allah telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. seperti disebutkan dalam Surah al Baqarah ayat 129. “Ya Tuhan kami. Utuslah bagi mereka seorang rasul dari kalangan mereka.” Dan terwujudlah kabar gembira dari Nabi Isa ‘Alaihissalam. seperti tersebut dalam Surah as-Shaff ayat 6. “Dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad (Muhammad).” Benar pulalah tentang ramalan mimpi Aminah tentang cahaya yang keluar dari dirinya serta menerangi istana-istana Syam itu.”

Pemimpin Para Ibu
Bunda Aminah adalah pemimpin para ibu, karena ia ibu Nabi Muhammad SAW yang dipilih ALLAH sebagai rasul pembawa risalah untuk umat manusia hingga akhir zaman. Saat menjelang wafatnya, Aminah berkata: “Setiap yang hidup pasti mati, dan setiap yang baru pasti usang. Setiap orang yang tua akan binasa. Aku pun akan wafat tapi sebutanku akan kekal. Aku telah meninggalkan kebaikan dan melahirkan seorang bayi yang suci.”

Diriwayatkan oleh Aisyah dengan katanya, “Rasulullah SAW memimpin kami dalam melaksanakan haji wada’. Kemudian baginda lalu mendekat kubur ibunya sambil menangis sedih. Maka aku pun ikut menangis karena tangisnya.”

Betapa harumnya nama Aminah, dan betapa kekalnya namanya nan abadi. Seorang ibu yang luhur dan agung sebagai ibu Baginda Muhammad SAW manusia paling utama di dunia, paling sempurna di antara para nabi, dan sebagai rasul yang mulia. Bunda Aminah binti Wahab adalah ibu kandung rasul yang mulia. Semoga ALLAH memberkahinya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa disetiap bulan mengandungnya Sayyidah Aminah binta wahab, beberapa orang Nabi as datang menyambangi beliau melalui mimpi dan menyampaikan salam serta kegembiraan atas anugerah ALLAH SWT atas akan hadirnya Nabi Agung penyelamat Manusia Al Musthafa SAW

Diantaranya..
Nabi Idris as datang menyambangi saat usia kandungan 3 bulan, beliau as memberikan kabar gembira “Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak menjadi pemimpin yang sangat Agung.”
Diusia kandungan 4 bulan;
Nabi Nuh as datang menyambangi seraya menyampaikan kabar: “Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah karena engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi ALLAH SWT pertolongan dan kemenangan besar.”

Di Usia kandungan 5 bulan;
Nabi Hud as datang menyambangi seraya berkata: “Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Syafaat yang agung pada hari kiamat.”
Nabi Ibrahim Al-Khalil as datang menyambangi saat usia kandungan Sayyidah Aminah genap 6 bulan seraya berkata: “Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sungguh engkau telah mengandung Nabi yang di Agungkan ALLAH SWT.”
Genap 7 bulan;
Nabi Ismail as datang menyambangi seraya berkata: “Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi ALLAH SWT keunggulan dan kesantunan yang sangat luar biasa.”

Usia Kandungan 8 bulan;
Nabi Musa putra Imran as menyambangi seraya berkata: “Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Allah SWT kitab suci al Quran.”
Usia Kandungan genap pada sembilan bulan, Nabi Isa as datang seraya menyampaikan: “Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sungguh engkau telah mengandung Nabi yang sangat mulia dan utusan Allah yang sangat Agung. Rahmat serta belas kasih Allah SWT dan salam sejahtera-Nya senantiasa melimpah kepadanya. Sungguh Allah SWT akan menjauhkan darimu segala kesengsaraan, kepayahan dan juga akan memberimu segala kemudahan.”
Demikianlah seluruh datuk Suci Rasulullah SAW datang menyampaikan salam penghormatan kepada Sayyidah Aminah as semasa Beliau SAW masih berada dalam kandungan, ini pula menjadi hiburan bagi Ibunda Suci Aminah  melewati kesendiriannya pasca wafatnya Sang Suami Agung Abdullah ibn Abdul Muthalib.


Inilah Malam yang Sangat Dinantikan Alam…
Hingga pada detik detik kelahiran Sucinya, Sayyidah Aminah as tidak pernah merasa letih atau pun kepayahan. Malam yang menggembirakan bagi semesta telah tiba, inilah malam lahirnya sang Nabi Suci Paripurna yang kedatangannya dinantikan seluruh mahluk.
Dalam kesendirian mendekati saat kelahiran, Allah SWT mengutus 4 orang wanita Agung yang membantu persalinan Nabi Suci SAW. Mereka Adalah Siti Hawa, Sarah istri Nabi Ibrahim, Asiyah binti Muzahim, dan Ibunda Nabi Isa as Maryam. Kelak ke 4 wanita agung ini yang akan pula menemani Sayyidah Khadijah Al-Kubr At-Thahirah dalam prosesi kelahiran Az-Zahra A-Mardhiyah Ummu Aimmah Alaihassalam.
Siti Hawa berkata kepada Sayyidah Aminah : “.. Sungguh beruntung engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapatkan kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung junjungan alam semesta Al-Musthafa SAW. Kenalilah olehmu sesungguhnya aku ini Hawa, ibunda seluruh umat manusia, Aku diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu..”

Selang tak lama kemudian hadirlah Siti sarah istri Nabi Ibrahim as, Beliau berkata: “.. Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapatkan kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung SAW, seorang nabi agung yang dianugerahi kesucian yang sempurna pada diri dan kepribadiannya. Nabi agung yang ilmunya sebagai sumber ilmunya para Nabi dan para kekasihNya. Nabi Agung yang cahayanya meliputi seluruh alam. Dan ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku adalah Sarah istri Nabiyullah Ibrahim As, aku diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu.”
Wanita ketiga pun hadir dalam harum semerbak seraya berkata: “.. Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapatkan kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung SAW, kekasih Allah yang paling agung dan insan sempurna yang paling utama mendapati pujian dari Allah SWT dan dari seluruh mahluk-Nya. Perlu engkau ketahui sesungguhnya aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Allah SWT menemanimu..”

Dan Wanita ke empat pun hadir dengan tampilan kecantikan luar biasa serta berwibawa, ia adalah Siti Maryam ibunda Nabi Isa as, ia berkata kepada Sayyidah Aminah as: “.. Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapatkan kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung SAW yang dianugerahi Allah SWT mukjizat yang sangat agung dan sangat luar biasa, Beliaulah junjungan seluruh penghuni langit dan bumi, hanya untuk beliau semata segala bentuk shalawat  Allah SWT dan salam sejahtera-Nya yang sempurna. Ketahuilah olehmu wahai aminah, sesungguhnya aku adalah Maryam ibunda Isa as. Kami semua ditugaskan Allah SWT untuk menemanimu demi menyambut kehadiran Nabi Suci Al-Musthafa SAW.”

Allah SWT berfirman kepada Malaikat Jibril Al-Amin:
”Wahai Jibril… Serukanlah kepada seluruh arwah suci para Nabi, Rasul dan para Wali agar berbaris rapi menyambut kehadiran Kekasih-Ku Al-Musthafa SAW. Wahai Jibril, Bentangkanlah hamparan kemuliaan dan keagungan derajat al-Qurab dan al-Wishal kepada kekasih-Ku yang memiliki maqam luhur disisi-Ku. Wahai Jibril, perintahkanlah kepada Malik agar menutup semua pintu neraka. Wahai Jibril, perintahkanlah kepada Ridwan agar membuka seluruh pintu surga.. Wahai Jibril pakailah olehmu Haullah ar-Ridwan (Pakaian agung yang meliputi keagungan Allah SWT) demi menyambut kekasih-Ku Muhammad SAW. Hai Jibril, turunlah ke bumi dengan membawa seluruh pasukan malaikat Muqarrabin, Karubbiyyin, Para Malaikat yang selalu mengelilingi Arsy-Ku demi menyambut kedatangan kekasih-Ku SAW. Wahai Jibril, kumandangkanlah seruan ke penjuru langit hingga lapis ke tujuh dan ke segenap penjuru bumi hingga lapisan paling dalam, beritakanlah kepada seluruh mahluk-Ku bahwa sesungguhnya sekarang adalah saatnya kedatangan Nabi Akhir Zaman, Muhammad Al-Musthafa SAW.”

Perintah Allah SWT ini segera di laksanakan Malaikat Mulia Al-Amin hingga di semesta terliputi pedaran cahaya Agung kemilauan dari sayap sayap mereka. Persaksian tidak kalah hebat dialami Ummu Agung Sayyidah Aminah binti Wahab as yang dengan izin Allah SWT beliau diperkenankan melihat seluruh penjuru bumi, dari mulai Syria hingga Palestina.
Seorang Ulama dalam kitab Maulid Ad-Diba’iy, Syaikh Abdurahman Ad-Diba’iy hal 192-193 meredaksikan:
“Sesungguhnya saat malam kelahiran Nabi Suci Muhammad SAW, Arsy seketika bergetar hebat nan luar biasa meluapkan kebahagiaan dan kegembiraannya, Kursi Allah bertambah kewibawaan dan keagungannya dan seluruh langit dipenuhi cahaya bersinar terang dan para malaikat seluruhnya bergemuruh mengucapkan pujian kepada Allah SWT.”
Salam atas Ibunda Agung Sayyidah Aminah Alaihassalam…
Assalammualayka ya Rasulullah SAW warahmatullahi wa barakatu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar