Ketika Rasulullah memasuki kota Madinah, unta yang beliau tunggangi bersimpuh di depan rumah Bani Malik bin Najjar. Maka beliau pun turun dari atasnya dengan penuh harapan dan kegembiraan.
Salah seorang Muslim tampil dengan wajah berseri-seri karena kegembiraan yang membuncah. Ia maju lalu membawa barang muatan dan memasukkannya, kemudian mempersilakan Rasulullah masuk ke dalam ruma. Nabi SAW pun mengikuti sang pemilik rumah.
Siapakah orang beruntung yang dipilih sebagai tempat persinggahan Rasulullah dalam hijrahnya ke Madinah ini, di saat semua penduduk mengharapkan Nabi mampir dan singgah di rumah-rumah mereka? Dialah Abu Ayub Al-Anshari Khalid bin Zaid, cucu Malik bin Najjar.
Pertemuan ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, sewaktu utusan Madinah pergi ke Makkah untuk berbaiat dalam baiat Aqabah Kedua, Abu Ayub Al-Anshari termasuk di antara 70 orang Mukmin yang mengulurkan tangan kanan mereka ke tangan kanan Rasulullah serta menjabatnya dengan kuat, berjanji setia dan siap menjadi pembela.
Dan kini, ketika Rasulullah bermukim di Madinah dan menjadikan kota itu sebagai pusat agama Allah, maka nasib mujur yang sebesar-besarnya telah terlimpahkan kepada Abu Ayub, karena rumahnya dijadikan tempat pertama yang didiami Rasulullah. Beliau akan tinggal di rumah itu hingga selesainya pembangunan masjid dan bilik beliau di sampingnya.
Sejak orang-orang Quraisy bermaksud jahat terhadap Islam dan berencana menyerang Madinah, sejak itu pula Abu Ayub mengalihkan aktifitasnya dengan berjihad di jalan Allah. Ia turut bertempur dalam Perang Badar, Uhud dan Khandaq. Pendek kata, hampir di tiap medan tempur, ia tampil sebagai pahlawan yang siap mengorbankan nyawa dan harta bendanya.
Semboyan yang selalu diulang-ulangnya, baik malam ataupun siang, dengan suara keras atau perlahan adalah firman Allah SWT, "Berjuanglah kalian, baik di waktu lapang, maupun waktu sempit..." (QS At-Taubah: 41).
Sewaktu terjadi pertikaian antara Ali dan Muawiyah, Abu Ayub berdiri di pihak Ali tanpa sedikit pun keraguan. Dan kala Khalifah Ali bin Abi Thalib syahid, dan khilafah berpindah kepada Muawiyah, Abu Ayub menyendiri dalam kezuhudan. Tak ada yang diharapkannya dari dunia selain tersedianya suatu tempat yang lowong untuk berjuang dalam barisan kaum Muslimin.
Demikianlah, ketika diketahuinya balatentara Islam tengah bergerak ke arah Konstantinopel, ia segera memegang kuda dan membawa pedangnya, memburu syahid yang sejak lama ia dambakan.
Dalam pertempuran inilah ia menderita luka berat. Ketika komandannya datang menjenguk, nafasnya tengah berlomba dengan keinginannya menghadap Ilahi. Maka bertanyalah panglima pasukan waktu itu, Yazid bin Muawiyah, "Apakah keinginan anda wahai Abu Ayub?"
Abu Ayub meminta kepada Yazid, bila ia telah meninggal agar jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan. Kemudian hendaklah Yazid berangkat dengan balatentaranya sepanjang jalan itu, sehingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda Muslimin di atas kuburnya, dan diketahuinya bahwa mereka telah berhasil mencapai kemenangan.
Dan sungguh, wasiat Abu Ayub itu telah dilaksanakan oleh Yazid. Di jantung kota Konstantinopel yang sekarang yang sekarang bernama Istanbul, di sanalah terdapat pekuburan laki-laki besar.
Hingga sebelum tempat itu dikuasai orang-orang Islam, orang Romawi dan penduduk Konstantinopel memandang Abu Ayub di makamnya itu sebagai orang suci. Dan yang mencengangkan, para ahli sejarah yang mencatat peristiwa-peristiwa itu berkata, "Orang-orang Romawi sering berkunjung dan berziarah ke kuburnya dan meminta hujan dengan perantaraannya, bila mereka mengalami kekeringan."
Jasad Abu Ayub Al-Anshari masih terkubur di sana, namun ringkikan kuda dan gemerincing pedang tak terdengar lagi. Waktu telah berlalu, dan kapal telah berlabuh di tempat tujuan. Abu Ayub telah menghadap Ilahi di tempat yang ia dambakan.
Al-Hasan r.a berkata, “Kelak tinta orang yang berilmu akan ditimbang dengan darah orang yang mati syahid. Ternyata, tinta orang yang berilmu mengungguli darah syuhada” (Imam al-Ghazali)
Tampilkan postingan dengan label Cyber's Knight. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyber's Knight. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Oktober 2011
Riwayat Cinta Rasulullah SAW, Sahabat Nabi dan Ulama'
Pada Aisyah, Ia Dapati Rehat Penuh Cinta
Orang yang lebih tampan dari dirimu, belum pernah mata ini melihatnya
Orang yang lebih sempurna darimu, belum pernah dilahirkan wanita
Engkau diciptakan bersih dari semua cacat dan noda
Seolah kau dicipta, seperti yang kau suka
(Aisyah radiyallahu 'anha)
Inilah syair yang digubah Aisyah untuk suami tercinta, Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam. Aisyah, selalu menghadirkan keceriaan di tengah tugas-tugas berat Rasulullah memikul amanah risalah akhir zaman.
"Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam biasa meletakkan kepala di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Quran." (Riwayat Abdurrazaq)
"Dari Aisyah, sesungguhnya suatu kali Rasulullah memegang erat tangannya sambil berkata, "Seandainya kaummu mahu mengerti...Dahulu Kaabah roboh oleh banjir. Kalau saja bukan kerana mereka baru saja lepas dari kemusyrikan, nescaya aku bangun Kaabah di atas dasar-dasar yabg dibangun Ibrahim dan Ismail. Kupasangkan batu itu (hijr Ismail) padanya kerana memang bahagian darinya. Aku telah meletakkan di tempat tersebut dua pintu yang aku letakkan dekat tanah. Tetapi kaumu mengangkat pintunya agar tak ada yang bisa masuk kecuali yang mereka kehendaki... (Riwayat Ibnu Asakir)
Pada Nailah, Kita Belajar Ketulusan
Tamadhar, isteri mulia, Abdurrahman ibn 'Auf berkata kepada Usman ibn Affan Radiyallahu 'anhu, "Bersediakah engkau menikah dengan puteri pamanku, seorang gadis yang cantik, tubuhnya padat, pipinya lembut dan fikirannya cerdik?"
"Insya Allah", jawab Usman, "Siapakah dia?"
"Nailah binti al-Farafishah al-Kalbiyah"
Sesudah menikah, Usman bertanya pada Nailah, "Pastinya kau tidak suka melihat ketuaanku ini?"
Nailah tersenyum dan menunduk sambil berkata, "Saya termasuk wanita yang lebih suka memiliki suami lebih tua."
"Tapi aku telah jauh melampaui ketuaanku?"
Kembali Nailah tersenyum dan berkata, "Tapi masa mudamu sudah kau habiskan bersama Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam. Dan itu jauh lebih aku sukai dari segala-galanya."
Waktu berlalu, hari berganti dan bulan terus berjalan, Nailah yang telah melahirkan Maryam dan Anbasah binti Usman dari pernikahan ini tetap setia mendampingi suami tercinta. Hingga ketika hari itu tiba, saat pasukan pembangkang mengepung rumah Usman, lalu mereka menerobos masuk dan mendapati beliau sedang tilawah. Tanpa menggubrisnya mereka mengayunkan pedang-pedang terlaknat ke tubuh tua beliau. Nailah, sang bidadari, segera menjatuhkan tubuh ke pangkuan Usman untuk melindunginya. Dan, ya.., jari-jari tangan perempuan tulus itu putus.
Ketika akhirnya Usman wafat dalam kemuliaan, Muawiyah ibn Abu Sufyan mengirim utusan untuk meminang Nailah. Tapi apa jawaban Nailah? "Tidak mungkin ada seorang manusia pun yang bisa menggantikan kedudukan Usman di dalam hatiku."
Apakah faktor usia memang tidak akan menjadi masalah dalam pernikahan? Tergantung, jawabnya ada pada masing-masing kita. Di kisah ini, Usman berusia 81 sedang Nailah 18. Ternyata Nailah membuktikan ketulusan cintanya.
Jangan difikir hanya lelakinya yang selalu lebih tua. Zaid ibn Haritsah, semula adalah putera angkat Rasulullah, menikah dengan Ummu Aiman yang merupakan pengasuh Rasulullah saat beliau bayi. Nah? Apa motivasinya hingga Zaid begitu bangga menikahi Ummu Aiman? Tentu kalimat Rasulullah yang berbunyi, "Barangsiapa ingin menikahi wanita ahli syurga, maka nikahilah Ummu Aiman!"
Jus Mangga Tilmisani: Kenangan, Kesetiaan
Pada suatu Ramadhan, Ustaz Umar At-Tilmisani diundang untuk menghadiri pertemuan di Iskandariah. Para pengundang menyiapkan hidangan berbuka puasa untuk beliau, Di antara hidangan tersebut terdapat jus mangga. Salah seorang ikhwan menyuguhkan segelas jus mangga kepada beliau. Beliau meminta maaf sambil mengatakan bahawa beliau tidak dapat menerima dan meminumnya.
Sebahagian hadirin memperhatikan adanya perubahan pada air muka beliau. Mereka pun bertanya, "Apakah ustaz alergi pada jus mangga. Ataukaj jus mangga bisa menganggu kesihatan ustaz?"
"Tidak..". jawab beliau.
Setelah berbuka, hadirin begitu penasaran mengapa beliau tidak mahu memnum jus mangganya. Mereka terus mendesak beliau untuk menjelaskannya.
"Apabila saya terlambat pulang kerja", kata beliau, "Al-Marhumah isteri saya selalu menunggu dengan sabar sembari menyiapkan dua gelas jus mangga. Kemudian kami berdua meminumnya bersama-sama. Sekarang, isteri saya sudah wafat. Saya tetap merasa berat untuk meminum jus mangga sendirian. Sya tak bisa meminumnya tanpa dia."
"Saya", lanjut beliau, "Selalu memohon kepada Allah agar Ia mempertemukan kami berdua di syurga. Lalu, kami dapat bersama-sama menikmati minuman syurga. Lalu, kami dapat bersama-sama menikmati minuman syurga.."
Subhanallah!
Orang yang lebih tampan dari dirimu, belum pernah mata ini melihatnya
Orang yang lebih sempurna darimu, belum pernah dilahirkan wanita
Engkau diciptakan bersih dari semua cacat dan noda
Seolah kau dicipta, seperti yang kau suka
(Aisyah radiyallahu 'anha)
Inilah syair yang digubah Aisyah untuk suami tercinta, Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam. Aisyah, selalu menghadirkan keceriaan di tengah tugas-tugas berat Rasulullah memikul amanah risalah akhir zaman.
"Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam biasa meletakkan kepala di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Quran." (Riwayat Abdurrazaq)
"Dari Aisyah, sesungguhnya suatu kali Rasulullah memegang erat tangannya sambil berkata, "Seandainya kaummu mahu mengerti...Dahulu Kaabah roboh oleh banjir. Kalau saja bukan kerana mereka baru saja lepas dari kemusyrikan, nescaya aku bangun Kaabah di atas dasar-dasar yabg dibangun Ibrahim dan Ismail. Kupasangkan batu itu (hijr Ismail) padanya kerana memang bahagian darinya. Aku telah meletakkan di tempat tersebut dua pintu yang aku letakkan dekat tanah. Tetapi kaumu mengangkat pintunya agar tak ada yang bisa masuk kecuali yang mereka kehendaki... (Riwayat Ibnu Asakir)Pada Nailah, Kita Belajar Ketulusan
Tamadhar, isteri mulia, Abdurrahman ibn 'Auf berkata kepada Usman ibn Affan Radiyallahu 'anhu, "Bersediakah engkau menikah dengan puteri pamanku, seorang gadis yang cantik, tubuhnya padat, pipinya lembut dan fikirannya cerdik?""Insya Allah", jawab Usman, "Siapakah dia?"
"Nailah binti al-Farafishah al-Kalbiyah"
Sesudah menikah, Usman bertanya pada Nailah, "Pastinya kau tidak suka melihat ketuaanku ini?"
Nailah tersenyum dan menunduk sambil berkata, "Saya termasuk wanita yang lebih suka memiliki suami lebih tua."
"Tapi aku telah jauh melampaui ketuaanku?"
Kembali Nailah tersenyum dan berkata, "Tapi masa mudamu sudah kau habiskan bersama Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam. Dan itu jauh lebih aku sukai dari segala-galanya."
Waktu berlalu, hari berganti dan bulan terus berjalan, Nailah yang telah melahirkan Maryam dan Anbasah binti Usman dari pernikahan ini tetap setia mendampingi suami tercinta. Hingga ketika hari itu tiba, saat pasukan pembangkang mengepung rumah Usman, lalu mereka menerobos masuk dan mendapati beliau sedang tilawah. Tanpa menggubrisnya mereka mengayunkan pedang-pedang terlaknat ke tubuh tua beliau. Nailah, sang bidadari, segera menjatuhkan tubuh ke pangkuan Usman untuk melindunginya. Dan, ya.., jari-jari tangan perempuan tulus itu putus.
Ketika akhirnya Usman wafat dalam kemuliaan, Muawiyah ibn Abu Sufyan mengirim utusan untuk meminang Nailah. Tapi apa jawaban Nailah? "Tidak mungkin ada seorang manusia pun yang bisa menggantikan kedudukan Usman di dalam hatiku."
Apakah faktor usia memang tidak akan menjadi masalah dalam pernikahan? Tergantung, jawabnya ada pada masing-masing kita. Di kisah ini, Usman berusia 81 sedang Nailah 18. Ternyata Nailah membuktikan ketulusan cintanya.
Jangan difikir hanya lelakinya yang selalu lebih tua. Zaid ibn Haritsah, semula adalah putera angkat Rasulullah, menikah dengan Ummu Aiman yang merupakan pengasuh Rasulullah saat beliau bayi. Nah? Apa motivasinya hingga Zaid begitu bangga menikahi Ummu Aiman? Tentu kalimat Rasulullah yang berbunyi, "Barangsiapa ingin menikahi wanita ahli syurga, maka nikahilah Ummu Aiman!"
Jus Mangga Tilmisani: Kenangan, Kesetiaan
Pada suatu Ramadhan, Ustaz Umar At-Tilmisani diundang untuk menghadiri pertemuan di Iskandariah. Para pengundang menyiapkan hidangan berbuka puasa untuk beliau, Di antara hidangan tersebut terdapat jus mangga. Salah seorang ikhwan menyuguhkan segelas jus mangga kepada beliau. Beliau meminta maaf sambil mengatakan bahawa beliau tidak dapat menerima dan meminumnya.Sebahagian hadirin memperhatikan adanya perubahan pada air muka beliau. Mereka pun bertanya, "Apakah ustaz alergi pada jus mangga. Ataukaj jus mangga bisa menganggu kesihatan ustaz?"
"Tidak..". jawab beliau.
Setelah berbuka, hadirin begitu penasaran mengapa beliau tidak mahu memnum jus mangganya. Mereka terus mendesak beliau untuk menjelaskannya.
"Apabila saya terlambat pulang kerja", kata beliau, "Al-Marhumah isteri saya selalu menunggu dengan sabar sembari menyiapkan dua gelas jus mangga. Kemudian kami berdua meminumnya bersama-sama. Sekarang, isteri saya sudah wafat. Saya tetap merasa berat untuk meminum jus mangga sendirian. Sya tak bisa meminumnya tanpa dia."
"Saya", lanjut beliau, "Selalu memohon kepada Allah agar Ia mempertemukan kami berdua di syurga. Lalu, kami dapat bersama-sama menikmati minuman syurga. Lalu, kami dapat bersama-sama menikmati minuman syurga.."
Subhanallah!
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Jumat, 21 Oktober 2011
Kata-kata Bijak
Ibnu Abbas berkata bahwa pada suatu ketika Rasulullah SAW berkata pada iblis : Berapa macam orang yang kamu cintai dari umatku? Iblis menjawab : Ada 10 macam :
- Pemimpin yang semena-mena
- Orang yang congkak
- Orang kaya yang tak peduli dari mana hartanya diperoleh dan kemana pula digunakannya
- Orang alim yang senang kepada penguasa yang tindakannya semena-mena
- Para pedagang yang curang
- Penimbun harta
- Orang yang berzina
- Orang yang memakan harta yang haram
- Pemabuk
- Orang yang suka minum khamar
Kemudian rasulullah bertanya lagi kepada Iblis : Siapa siapa saja musuhmu dari umatku? Iblis menjawab : Ada 20 golongan :
- Engkau sendiri Muhammad yang palaing aku benci
- Orang alim yang menamalkan ilmunya
- Pembaca Al-quran yang mengamalkan isinya
- Muadzzin shalat lima waktu
- Orang yang senang menolong orang fakir, orang miskin dan anak yatim
- Orang yang suka menyayangi orang lain
- Orang yang mengikuti yang haq
- Orang yang suka ibadah
- Orang yang memakan yang halal
- Orang yang saling mencintai karena Allah
- Orang yang rajn salat berjamaah
- Orang yang bangun tiap malam shalat tahajjud
- Orang yang menghindar diri dari perbuatan haram
- para dai yang ikhlas karena Allah
- Orang yang masih ada air wudhu
- Orang yang dermawan
- Orang yang akhlaknya bagus
- Orang yang ikhlas menerima segala anugrah Allah
- Orang yang suka menolong janda miskin
- Orang yang siap menghadapi kematian
Rasulullah bersabda : Ada 10 golongan dari umatku tidak akan masuk surga, kecuali mereka bertaubat. Mereka itu adalah :Qola, Jayus, Qottat, Dabub, Dayus, Shahibul Artabah, Shahibul Khubah, Utthul, Zaniem, dan Al-aq liwalidaihi. Lalu sahahabat beratanya apa arti yang 10 tersebut itu. Rasulullah saw menjawab :
- Qala , yaitu orang yang penjilat keluar masuk rumah penguasa (pejabat pemerintah)
- Jayus, yaitu orang yang mencari kain kafan dalam kuburan
- Qattat, yaitu orang yang suka mengadu domba
- Dabub yaitu orang yang suka mengolola perempuan-perempuan unuk pelacuran
- Dayus yaitu orang yang tidak cemburu terhadap istrinya.
- Shahibul Artabah, yaitu orang yang kerjanya memukul gendang
- Shahibul Khubah, yaitu orang yang suka memukul gendering
- Uthul, yaitu orang yang memaafkan kesalahan orang lain
- Zaniem, anak zina dan suka nongkrong di pinggir jalan dan mengunjing orang yang lewat
- Al-aq, semua kita tahu sudah memaklumi., yaitu oaring yan melawan kepada kedua ibu bapaknya
Rasulullah saw memperingatkan : Nanti akan datang suatu masa., akan berkembang lima perkara dan lupa lima perkara :
- Mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat
- Mereka cinta kepada dunia dan lupa akan mati
- Mereka cinta rumah mewah dan lupa kuburan
- Mereka cinta harta dan lupa perkiraan amal
- Mereka cinta makhluk dan lupa terhadap khaliq
Tiap wadah pabila diisi akan menyempit kcuali wadah ilmu, bahkan ia akan bertambah luas.
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Kata Mutiara Islami tentang Cinta
Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.
Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:
Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.
Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.
Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:
Cinta adalah kekuatan yg mampuNamun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.
Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.
Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.
Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)
“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Hamka
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
Hamka
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.
Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)
Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)
Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
Ali bin Abi Thalib
Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
A’idh Al-Qorni
Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya.
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Lima Kata Bijak Rasulullah SAW
Berikut lima kata bijak Rasulullah SAW yang pernah diucapkan beliau.
Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. --- Nabi Muhammad Saw
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. --- Nabi Muhammad SAW
Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. --- Nabi Muhammad Saw
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. --- Nabi Muhammad SAW
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. --- Nabi Muhammad SAW
Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. --- Nabi Muhammad Saw
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. --- Nabi Muhammad SAW
Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. --- Nabi Muhammad Saw
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. --- Nabi Muhammad SAW
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. --- Nabi Muhammad SAW
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Kata-kata dari Sufi Bayazid Al Busthomi
Sufi Bayazid Al Busthomi bercerita tentang dirinya seperti berikut:
"Waktu masih muda aku ini revolusioner, dan aku selalu berdo'a, "Tuhan berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!"
"Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orangpun, aku mengubah do'aku menjadi, "Tuhan berilah aku rakhmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku; keluarga dan kawan-kawanku dan aku akan merasa puas."
"Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Do'aku satu-satunya adalah, "Tuhan berilah aku rakhmat untuk mengubah diriku sendiri."
"Seandainya sejak dulu aku berdo'a begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku!"
Setiap orang berpikir untuk mengubah umat manusia. Hampir tak seorangpun berpikir untuk mengubah dirinya sendiri.
"Waktu masih muda aku ini revolusioner, dan aku selalu berdo'a, "Tuhan berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!"
"Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orangpun, aku mengubah do'aku menjadi, "Tuhan berilah aku rakhmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku; keluarga dan kawan-kawanku dan aku akan merasa puas."
"Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Do'aku satu-satunya adalah, "Tuhan berilah aku rakhmat untuk mengubah diriku sendiri."
"Seandainya sejak dulu aku berdo'a begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku!"
Setiap orang berpikir untuk mengubah umat manusia. Hampir tak seorangpun berpikir untuk mengubah dirinya sendiri.
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Kumpulan Kata-Kata Mutiara Islam dan Sufi
Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan setan. Setan suka mendorong dirimu untuk berniat melakukan amal saleh. Namun, dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata. Setan mengetahu bahwa jika orang Mukmin melakukan amal saleh, dia mendapat pahala berlipat. Sebab niat melakukan amal salehnya dihitung sebagai satu kebaikan. Karena itu setan tidak rela melihat orang Mukmin mendapat dua pahala sekaligus. Engkau jagan terjebak dalam pelamunan. Pelamunan hanyalah angan-angan melakukan kebaikan tanpa dibarengi dengan tekat untuk melaksanakannya. Niat yang dihitung sebagai kebaikan adalah niat yang dilaksanakn secara nyata dan niat yang terhalang suatu uzur ketika engkau hendak melaksanaknnaya ( Tsabit Al-Bannani )
Perbanyaklah niat melakukan kebaikan. Sebab niat melakukan kebaikan termasuk amalan yang baik bagi orang Mukmin. Berniat melakukan kebaikan adalah perbuatan yang tak tampak sehingga selamat dari riya. Namun inggatlah meskupun niat melakukan kebaikan tidak kelihatan oleh mata , ia dapat terserang penyakit ujud. Hati-hatilah dengan setan. Setan selalu mengincar setiap saat. Dia tidak pernah lengah dan tidak mengantuk. Lain halnya dengan dirimu. Kamu mudah lalai dan banyak kantuk. Hanya orang yang mendapat karunia Allah yang selamat dari godaan setan. Perbanyaklah olehmu memohon perlindungan kepada Allah darinya ( Al-Thai )
Pada zaman sekarang, sangat sedikit orang yang berbuat kebaikan dengan landasan sunnah. Pada umumnya orang beramal atas dasar hawa nafsu. Mereka lebih suka beramal untuk mendapat pujian. Baik dari Allah maupun dari manusia. Ketika meninggalkan dosa, mereka takut ejekan manusia, bukan takut kepada Allah atau patuh menjalnkan aturanNya. Karena itu. Kita pantas mengistimewakan orang yang beramal dengan landasan sunnah. Mereka mempunyai sifat yang unik, yaitu tidak marah ketika keburukannya diceritakan kepada orang lain ( Mu’adz bin Jabal )
Nafsu adalah musuh yang paling sulit ditaklukkan. Ia hampir selalu menang dalam pertarungan. Jika tidak dikurung dengan iman, dia akan menjadi liar dan beringas. Hanya nafsu yang mendapat kasih sayang Allah yang dapat dikendalikan. Karena itu waspadalah engkau terhadap nafsu. Sungguh-sungguhlah dalam menghadapinya. Kobarkanlah semangtmu agar tidak pernah kendur. Sesungguhnnya nafsu selalu punya cara untuk berkilah agar dapat berkehendak bebas. Tidak ada musuh yang peling sengit menyerangmu selain dari nafsumu sendiri. Ia tidak pernah menyerah dan tidak pernah mau tunduk. Kalaupun terlihat tunduk, ia hanya pura-pura manut. Ia terus-menerus mecari celah kelengahanmu. Berbagai kesempatan selalu digunakan oleh nafsumu untuk menjatuhkanmu ( Al-Hakim Al-Turmudzi )
Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan. Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran. Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan kewarakan. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan. Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadmu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
Manusia ibarat budak yang diperintah oleh tuannya. Sungguh kurang ajar budak yang menunda perintah tuannya. Jika ia diketahui oleh tuannya ketika sedang berleha-leha ketika diperintah. Sang tuan pati akan menegur dan menyiksanya. Bagaimana dengan Tuhanmu yang setiap saat memperhatikanmu ?. Pantaskah kita berleha-leha atas perintahnya.? Janganlah engkau terjebak dengan Kemahabaikan Allah. Kebaikan Allah atas hambanya bukan alasan untuk berleha-leha atas perintahnya. Seharusnya kita malu ketika Allah banyak memberi kebakan sementara kita tidak segera melaksanakan perintahnya. Semakin baik seorang tuan kepada hambanya seharusnya semakin baik pula sang hamba kepada tuannya. ( Abu Al-Alqamah )
Lahir dan batinmu harus sejalan. Jika tidak sejalan engkau akan terus tertekan. Engkau akan kepayahan untuk menutupi kekurangan dirimu. Hiduplah engkau secara apa adanya. Jujurlah engkau kepada dirimu, engkau akan bebas dan ringan melangkah. Engkau tidak akan dihinggapi rasa waswas dan khawatir terhadap kekurangan dirimu. Ketahuilah, engkau tidak akan meraih kehormatan dengan kedustaan. Kehormatan dapat diraih dengan kejujuran. Serasikan penampilan lahirmu dengan penamplan batinmu ( Ibn Al-Mubarak )
Janganlah keinginanmu melebihi kehendak Allah. Dia sudah tahu ukuran kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki yang kurang dari kadar kebutuhanmu. Dia tidak akan memberi rezeki melebihi ukuran kebutuhanmu. Jika engkau meminta kepadanya. Mintalah ketentuan yang telah ditentukan oleh Nya untukmu. Sebab engkau tidak akan lepas dari ketentuan-Nya. Jika seluruh makhluk membantumu untuk meraih suatu tujuan yang tidak dikehendaki-Nya., niscaya tindakan mereka semua hanyalah sia-sia. Sebelum engkau lahir kadar kebutuhan dirimu telah digariskan. Apa yang engkau terima tidak akan lebih dari apa yang ditentukan oleh-Nya. ( Ibn ‘Ubaidillah )
Sesungguhnya makna sabar itu adalah jika engkau telah berupaya dengan keras, lalu apa yang engkau upayakan itu tidak berhasil, dan engkau merasa kesal tetapi engkau tetap tabah , itulah sabar yang hakiki. Ketahuilah olehmu bahwa, kesabaran memberi kenikmatan dalam beramal. Jika seseorang hamba tidak memilki kesabaran, ia tidak akan mampu mencapai derajat orang bertaqwa. Sebab salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah sabar atas penderitaan yang menimpa dirinya. ( Abdullah bin Al-Mubarak )
Musibah yang menimpamu tidak akan hilang dengan keluhan. Musibah hanya dapat diatasi dengan kesabaran dan keridhaan. Janganlah engkau menjadikan musibah sebagi penambah dosa, yaitu engkau tidak bersabar dan tidak merelakan musibah yang menimpa dirimu. Jika engkau banyak mengeluh, musibah yang menimpa dirimu malah menambah dosamu, bukan menjadi kifarat atas dosamu. Sungguh rugi orang yang mengeluh atas ujian Allah. Musibah yang menimpa hanya menambah beban dosa ( Ali Al-Khaswash )
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Mutiara Berserak Mutiara Lima Kata
Rasulullah saw. bersabda:
Orang yang memandang rendah lima manusia ia merugi akan lima hal
memandang rendah Ulama, rugi tentang agamamemandang rendah Penguasa, rugi tentang dunia
memandang rendah Tetangga, rugi akan bantuannya
memandang rendah Saudara, rugi akan darmanya
dan memandang rendah Keluarga, rugi akan harmonisnya
Rasulullah saw. bersabda:
Akan datang suatu masa
dimana ummatku mencinta lima
hingga mereka lupakan lima
cinta dunia, lupa alam baka
cinta tanah subur, lupa alam kubur
cinta harta benda, lupa hisab amalnya
cinta anak istri, lupa bidadari
dan cinta diri sendiri, lupa pada Ilahi
Rasulullah saw. bersabda:
Allah berikan lima upaya
dan disediakan-Nya imbalan lima
Allah ajari insan bersyukur
dan Dia berikan tambahan makmur
Allah ajari insan berdoa
dan Dia jamin akan ijabahnya
Allah ajari insan bertobat
dan Dia jamin diterma tobatnya
Allah ajari insan istighfar
dan Dia sediakan pengampunannya
Allah ajari insan berderma
dan Dia bersedia membalas dermanya
Abu Bakar r.a. berkata:
Ada lima kegelapan dan lima penerangnya
Kegelapan pertama cinta harta, penerangnya dengan bertakwa
Kegelapan kedua laku maksiat, penerangnya dengan bertobat
Kegelapan ketiga di alam kubur, penerangnya dengan berdzikir
Kegelapan keempat alam akhirat, penerangnya dengan bertaat
Kegelapan kelima jembatan shirath, penerangnya dengan i’tiqad
Umar r.a. berkata:
Ada lima golongan penghuni surga
Orang fakir yang menanggung hidup keluarga
Istri yang disayang oleh suaminya
Anak yang diridhai kedua orangtuanya
Calon istri yang mendermakan mahar kepada suaminya
dan orang mukmin yang selalu bertobat pada Tuhannya
Utsman ra. berkata:
Tanda-tanda orang bertakwa, ialah suka berteman insan beriman
mampu mengendalikan farji dan lisan
memandang kesukseksan sebagai suatu cobaan
memandang cobaan sebagai sebuah keberuntungan
dan mampu menjaga diri dari berlebih-lebihan
Ali ra. berkata:
Seluruh manusia akan menjadi saleh
jika saja tak ada lima masalah
Tak ada kerelaan atas kebodohan
Tak ada keserakahan atas kekayaan
Tak ada rasa bakhil atas hartawan
Tak ada sifat riya’ bagi insan beriman
dan tak ada ilmuwan yang mendewakan karya pemikiran
Jumhur ulama menyatakan:
Allah muliakan Nabi akhir zaman
dengan lima macam keutamaan
tentang penyebutan, tentang anggota badan
tentang pemberian, tentang kekeliruan
dan tentang kerelaan
Perihal pertama, Allah tidak memanggilnya berdasar nama
perihal kedua, Allah Sendiri Yang ijabahi
pintanya perihal ketiga, Allah memberinya tanpa ia meminta
perihal keempat, Allah telah mengampuninya sebelum ia berbuat dosa
perihal kelima, Allah selalu menerima apa pun pemberiannya
Hasan al-Bashri berkata:
Dalam Taurat ada lima pepatah
kekayaan terwujud dalam qana‘ah
keselamatan terwujud dalam uzlah
keagungan terbangun dan mencegah nafsu serakah
kegembiraan tercipta sejak di alam barzah
dan alam dunia menuntut sikap tabah
Rasulullah saw. bersabda:
jaga lima sebelum datangnya lima
jaga muda sebelum tuamu
jaga sehat sebelum sakitmu
jaga kaya sebelum fakirmu
jaga hidup sebelum matimu
dan jaga lapang sebelum sibukmu
Yahya bin Mu’adz ar-Razy berkata:
Jika seseorang banyak makan, tentu banyak dagingnya
Jika banyak dagingnya, tentu besar syahwatnya
Jika besar syahwatnya, tentu banyak dosanya
Jika banyak dosanya, tentu keras hatinya
Dan jika keras hatinya, Ia akan tenggelam
dalam kehidupan fana
Sufyan ats-Tsauni men gatakan:
Orang fakir punya lima pilihan
yang berbeda dengan pilihan orang kaya
Orang fakir memilih ketenangan jiwa, kelapangan dada
mengabdi Yang Mahakuasa, ringan hisab amalnya
dan derajat tinggi di dalam surga
Sedang orang kaya, bersibuk diri dengan benda,
gelisah akibat harta, menghamba diri pada materi,
berat hisab amalnya, dan derajat rendah di alam baka
Abdullah al-Anthaqi mengatakan:
Obat hati ada lima, makan sekadarnya,
membaca al-Qur’an, berkumpul orang bijaksana, shalat malam selalu dijaga dan
dzikir malam berlama-lama
Rasulullah saw. bersabda:
Di balik limpahan harta,
tersimpan lima tipu daya
Pertama, kesulitan menyatukannya
Kedua, sibuk berdoa
demi keselamatannya
Ketiga, khawatir ada perampok akan menjarahnya
Keempat, memungkinkan predikat bakhil pada empunya
Kelima, menjauhkan diri
dari keakraban bersama
Dan dibalik derma, tersimpan lima rahasia
Membawa empunya pada ketenangan jiwa
Tak perlu berdoa untuk keselamatannya
Aman dari perampok yang mengintainya
Menyandang predikat insan penderma
Dan merasa tentram bersama sesama insan
Jumhur ulama men yatakan:
Kebenaran berpikir terletak pada lima
sebab di sana membuahkan sesuatu yang berguna
Berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah
membuahkan pengesaan dan keyakinan
Berpikir tentang nikmat dan anugerah Allah,
membuahkan syukur dan kecintaan
Berpikir tentang janji-janji Allah
membuahkan rindu akan Hari Pembalasan
Berpikir tentang ancaman Allah membuahkan takut dosa dan pengagungan Tuhan
Dan berpikir tentang kemurkaan Allah membuahkan sikap kewaspadaan
Orang bijak berkata:
Ada lima tangga takwa
Apabila seorang hamba telah mampu mencapainya,
Niscaya ia sampai pada kesempurnaan takwa
Pertama, memilih bekerja keras, ketimbang bermalas-malasan
Kedua, memilih kesibukan daripada pengangguran
Ketiga, memilih mengalah daripada menjajah
Keempat, memilih diam daripada bicara tanpa guna
Kelima, memilih mati daripada hidup tak berarti
Rasulullah saw. bersabda:
Mengunjungi saudara, berarti menjaga rahasia
Berderma pada sesama, berarti melindungi harta benda
Berhati tulus, berarti menjaga amal mulia
Berjiwa jujur, berarti menjaga alur kata-kata
Dan bermusyawarah, berarti mengasah logika
Sufyan ats-Tsauri mengatakan:
Tak ada orang kaya,
Yang mampu terlepas
dari lima perkara
Serakah, gegabah, bakhil, ambisi dan lupa mati
Khatim al-Asham mengatakan:
Tergesa-gesa adalah tipu daya setan,
Kecuali pada lima perbuatan
Menyuguhi tamu begitu ia tiba
Mengurus jenazah begitu ajal merenggutnya
Menikahkan seorang gadis begitu menginjak dewasa
Membayar hutang begitu sampai jatuh temponya
Dan segera bertobat begitu terlanjur berbuat dosa
Muhammad bin ad-Dun berkata:
Iblis celaka akibat lima
Tidak mengaku berbuat dosa
Tidak menyesali tingkah lakunya
Tidak meratapi nasib dirinya
Tidak ingin bertobat pada Tuhannya
Dan memutuskan diri
dari rahmat-Nya
Sedang akibat lima pula Adam as. sejahtera
Mengaku berbuat dosa
Menyesali perbuatannya
Meratapi betapa aib dirinya
Bertobat pada Tuhannya
Dan selalu berusaha rnenggapai rahmat-Nya
Saqiq al-Balkha mengatakan:
Pegang teguhlah lima perkara
Sembahlah Allah sesuai kebutuhanmu pada-Nya
Milikilah harta sekadar umurmu di alam fana
Berdosalah pada Allah sekira kekuatanmu akan siksa-Nya
Carilah bekal di alam dunia demi hidupmu di alam baka
Dan berdermalah pada sesama sekadar vilamu
di taman surga
Umar r.a. berkata:
Telah kuteliti semua kegemaran
ternyata tak ada yang lebih berkesan dari menjaga lisan
Telah kupadukan semua baju
ternyata tak ada yang lebih terpadu dari rasa malu
Telah kutata seluruh harta
ternyata tak ada yang lebih indah dari sikap menerima
Telah kusaksikan semua kebajikan
tern yata tak ada yang lebih istimewa dari kebijakan
Telah kurasakan semua hidangan
ternyata tak ada yang lebih menggairahkan dari ketabahan
Seorang filosuf berkata:
Ciri-ciri zuhud ada lima
Condongkan diri pada Ilahi
Berbuat derma pada sesama
Ikhlas hati dalam berbakti
Menyingkirkan kezaliman dan aniaya
Dan penuhi diri dengan sikap apa adanya
Seorang hamba bermunajat pada Tuhannya:
Tuhanku, panjang angan telah menipuku
cinta harta telah menghancurkanku
setan-setan telah menelantarkanku
nafsuku telah menjerumuskanku dan menistakanku
maka, tolonglah daku wahai Tuhanku
jika Engkau tak sudi mengasihiku
lantas siapa lagi yang akan mengasihiku
Rasulullah saw. bersabda:
Akan datang suatu masa atas ummatku
mereka cinta dunia lupa alam baka
cinta kehidupan lupa kematian
cinta istana lupa surga
cinta harta benda lupa hisab amalnya
dan cinta alam semesta lupa Penciptanya
Dalam munajatnya, Yahya bin Mu’adz ar-Razy menyatakan:
Tuhanku,
malam tiada indah tanpa munajat dengan-Mu
siang tiada indah tanpa berbakti pada-Mu
dunia tiada indah tanpa berdzikir pada-Mu
akhirat tiada akan indah tanpa anugerah maaf-Mu
dan surga tiada indah tanpa saat-saat memandang-Mu
Orang yang memandang rendah lima manusia ia merugi akan lima hal
memandang rendah Ulama, rugi tentang agamamemandang rendah Penguasa, rugi tentang dunia
memandang rendah Tetangga, rugi akan bantuannya
memandang rendah Saudara, rugi akan darmanya
dan memandang rendah Keluarga, rugi akan harmonisnya
Rasulullah saw. bersabda:
Akan datang suatu masa
dimana ummatku mencinta lima
hingga mereka lupakan lima
cinta dunia, lupa alam baka
cinta tanah subur, lupa alam kubur
cinta harta benda, lupa hisab amalnya
cinta anak istri, lupa bidadari
dan cinta diri sendiri, lupa pada Ilahi
Rasulullah saw. bersabda:
Allah berikan lima upaya
dan disediakan-Nya imbalan lima
Allah ajari insan bersyukur
dan Dia berikan tambahan makmur
Allah ajari insan berdoa
dan Dia jamin akan ijabahnya
Allah ajari insan bertobat
dan Dia jamin diterma tobatnya
Allah ajari insan istighfar
dan Dia sediakan pengampunannya
Allah ajari insan berderma
dan Dia bersedia membalas dermanya
Abu Bakar r.a. berkata:
Ada lima kegelapan dan lima penerangnya
Kegelapan pertama cinta harta, penerangnya dengan bertakwa
Kegelapan kedua laku maksiat, penerangnya dengan bertobat
Kegelapan ketiga di alam kubur, penerangnya dengan berdzikir
Kegelapan keempat alam akhirat, penerangnya dengan bertaat
Kegelapan kelima jembatan shirath, penerangnya dengan i’tiqad
Umar r.a. berkata:
Ada lima golongan penghuni surga
Orang fakir yang menanggung hidup keluarga
Istri yang disayang oleh suaminya
Anak yang diridhai kedua orangtuanya
Calon istri yang mendermakan mahar kepada suaminya
dan orang mukmin yang selalu bertobat pada Tuhannya
Utsman ra. berkata:
Tanda-tanda orang bertakwa, ialah suka berteman insan beriman
mampu mengendalikan farji dan lisan
memandang kesukseksan sebagai suatu cobaan
memandang cobaan sebagai sebuah keberuntungan
dan mampu menjaga diri dari berlebih-lebihan
Ali ra. berkata:
Seluruh manusia akan menjadi saleh
jika saja tak ada lima masalah
Tak ada kerelaan atas kebodohan
Tak ada keserakahan atas kekayaan
Tak ada rasa bakhil atas hartawan
Tak ada sifat riya’ bagi insan beriman
dan tak ada ilmuwan yang mendewakan karya pemikiran
Jumhur ulama menyatakan:
Allah muliakan Nabi akhir zaman
dengan lima macam keutamaan
tentang penyebutan, tentang anggota badan
tentang pemberian, tentang kekeliruan
dan tentang kerelaan
Perihal pertama, Allah tidak memanggilnya berdasar nama
perihal kedua, Allah Sendiri Yang ijabahi
pintanya perihal ketiga, Allah memberinya tanpa ia meminta
perihal keempat, Allah telah mengampuninya sebelum ia berbuat dosa
perihal kelima, Allah selalu menerima apa pun pemberiannya
Hasan al-Bashri berkata:
Dalam Taurat ada lima pepatah
kekayaan terwujud dalam qana‘ah
keselamatan terwujud dalam uzlah
keagungan terbangun dan mencegah nafsu serakah
kegembiraan tercipta sejak di alam barzah
dan alam dunia menuntut sikap tabah
Rasulullah saw. bersabda:
jaga lima sebelum datangnya lima
jaga muda sebelum tuamu
jaga sehat sebelum sakitmu
jaga kaya sebelum fakirmu
jaga hidup sebelum matimu
dan jaga lapang sebelum sibukmu
Yahya bin Mu’adz ar-Razy berkata:
Jika seseorang banyak makan, tentu banyak dagingnya
Jika banyak dagingnya, tentu besar syahwatnya
Jika besar syahwatnya, tentu banyak dosanya
Jika banyak dosanya, tentu keras hatinya
Dan jika keras hatinya, Ia akan tenggelam
dalam kehidupan fana
Sufyan ats-Tsauni men gatakan:
Orang fakir punya lima pilihan
yang berbeda dengan pilihan orang kaya
Orang fakir memilih ketenangan jiwa, kelapangan dada
mengabdi Yang Mahakuasa, ringan hisab amalnya
dan derajat tinggi di dalam surga
Sedang orang kaya, bersibuk diri dengan benda,
gelisah akibat harta, menghamba diri pada materi,
berat hisab amalnya, dan derajat rendah di alam baka
Abdullah al-Anthaqi mengatakan:
Obat hati ada lima, makan sekadarnya,
membaca al-Qur’an, berkumpul orang bijaksana, shalat malam selalu dijaga dan
dzikir malam berlama-lama
Rasulullah saw. bersabda:
Di balik limpahan harta,
tersimpan lima tipu daya
Pertama, kesulitan menyatukannya
Kedua, sibuk berdoa
demi keselamatannya
Ketiga, khawatir ada perampok akan menjarahnya
Keempat, memungkinkan predikat bakhil pada empunya
Kelima, menjauhkan diri
dari keakraban bersama
Dan dibalik derma, tersimpan lima rahasia
Membawa empunya pada ketenangan jiwa
Tak perlu berdoa untuk keselamatannya
Aman dari perampok yang mengintainya
Menyandang predikat insan penderma
Dan merasa tentram bersama sesama insan
Jumhur ulama men yatakan:
Kebenaran berpikir terletak pada lima
sebab di sana membuahkan sesuatu yang berguna
Berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah
membuahkan pengesaan dan keyakinan
Berpikir tentang nikmat dan anugerah Allah,
membuahkan syukur dan kecintaan
Berpikir tentang janji-janji Allah
membuahkan rindu akan Hari Pembalasan
Berpikir tentang ancaman Allah membuahkan takut dosa dan pengagungan Tuhan
Dan berpikir tentang kemurkaan Allah membuahkan sikap kewaspadaan
Orang bijak berkata:
Ada lima tangga takwa
Apabila seorang hamba telah mampu mencapainya,
Niscaya ia sampai pada kesempurnaan takwa
Pertama, memilih bekerja keras, ketimbang bermalas-malasan
Kedua, memilih kesibukan daripada pengangguran
Ketiga, memilih mengalah daripada menjajah
Keempat, memilih diam daripada bicara tanpa guna
Kelima, memilih mati daripada hidup tak berarti
Rasulullah saw. bersabda:
Mengunjungi saudara, berarti menjaga rahasia
Berderma pada sesama, berarti melindungi harta benda
Berhati tulus, berarti menjaga amal mulia
Berjiwa jujur, berarti menjaga alur kata-kata
Dan bermusyawarah, berarti mengasah logika
Sufyan ats-Tsauri mengatakan:
Tak ada orang kaya,
Yang mampu terlepas
dari lima perkara
Serakah, gegabah, bakhil, ambisi dan lupa mati
Khatim al-Asham mengatakan:
Tergesa-gesa adalah tipu daya setan,
Kecuali pada lima perbuatan
Menyuguhi tamu begitu ia tiba
Mengurus jenazah begitu ajal merenggutnya
Menikahkan seorang gadis begitu menginjak dewasa
Membayar hutang begitu sampai jatuh temponya
Dan segera bertobat begitu terlanjur berbuat dosa
Muhammad bin ad-Dun berkata:
Iblis celaka akibat lima
Tidak mengaku berbuat dosa
Tidak menyesali tingkah lakunya
Tidak meratapi nasib dirinya
Tidak ingin bertobat pada Tuhannya
Dan memutuskan diri
dari rahmat-Nya
Sedang akibat lima pula Adam as. sejahtera
Mengaku berbuat dosa
Menyesali perbuatannya
Meratapi betapa aib dirinya
Bertobat pada Tuhannya
Dan selalu berusaha rnenggapai rahmat-Nya
Saqiq al-Balkha mengatakan:
Pegang teguhlah lima perkara
Sembahlah Allah sesuai kebutuhanmu pada-Nya
Milikilah harta sekadar umurmu di alam fana
Berdosalah pada Allah sekira kekuatanmu akan siksa-Nya
Carilah bekal di alam dunia demi hidupmu di alam baka
Dan berdermalah pada sesama sekadar vilamu
di taman surga
Umar r.a. berkata:
Telah kuteliti semua kegemaran
ternyata tak ada yang lebih berkesan dari menjaga lisan
Telah kupadukan semua baju
ternyata tak ada yang lebih terpadu dari rasa malu
Telah kutata seluruh harta
ternyata tak ada yang lebih indah dari sikap menerima
Telah kusaksikan semua kebajikan
tern yata tak ada yang lebih istimewa dari kebijakan
Telah kurasakan semua hidangan
ternyata tak ada yang lebih menggairahkan dari ketabahan
Seorang filosuf berkata:
Ciri-ciri zuhud ada lima
Condongkan diri pada Ilahi
Berbuat derma pada sesama
Ikhlas hati dalam berbakti
Menyingkirkan kezaliman dan aniaya
Dan penuhi diri dengan sikap apa adanya
Seorang hamba bermunajat pada Tuhannya:
Tuhanku, panjang angan telah menipuku
cinta harta telah menghancurkanku
setan-setan telah menelantarkanku
nafsuku telah menjerumuskanku dan menistakanku
maka, tolonglah daku wahai Tuhanku
jika Engkau tak sudi mengasihiku
lantas siapa lagi yang akan mengasihiku
Rasulullah saw. bersabda:
Akan datang suatu masa atas ummatku
mereka cinta dunia lupa alam baka
cinta kehidupan lupa kematian
cinta istana lupa surga
cinta harta benda lupa hisab amalnya
dan cinta alam semesta lupa Penciptanya
Dalam munajatnya, Yahya bin Mu’adz ar-Razy menyatakan:
Tuhanku,
malam tiada indah tanpa munajat dengan-Mu
siang tiada indah tanpa berbakti pada-Mu
dunia tiada indah tanpa berdzikir pada-Mu
akhirat tiada akan indah tanpa anugerah maaf-Mu
dan surga tiada indah tanpa saat-saat memandang-Mu
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Kata Mutiara Para Sufi
Aku mencintai orang-orang sholeh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku harap semoga aku mendapat syafaat dari mereka.
Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin, aku termasuk golongan mereka. (Imam Syafi’i)
Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin, aku termasuk golongan mereka. (Imam Syafi’i)
Amr Bin Geis berkata sambil menangis di waktu menderita sakit yang mengantarkannya pada sakaratul maut :
Saya menangis bukan karena dunia yang kalian cintai, tetapi yang saya tangisi adalah … Terpisahnya tenggorokanku dari kehausan di musim panas, dan terpisahnya diriku dari bangun malam di musim dingin.(Muhammad Mahdi Al-Shifi)
Sungguh, cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis..
Debu beralih emas..
Keruh menjadi bening..
Sakit menjadi sembuh..
Penjara berubah menjadi telaga..
Derita menjadi nikmat..
dan kemarahan menjadi rahmat..
Cintalah yang mampu meluluhkan besi..
Menghancurkan batu karang..
Membangkitkan yang mati dan memberikan kehidupan kepadanya..
serta membuat budak menjadi pemimpin.. (Jalaluddin Rumi)
Debu beralih emas..
Keruh menjadi bening..
Sakit menjadi sembuh..
Penjara berubah menjadi telaga..
Derita menjadi nikmat..
dan kemarahan menjadi rahmat..
Cintalah yang mampu meluluhkan besi..
Menghancurkan batu karang..
Membangkitkan yang mati dan memberikan kehidupan kepadanya..
serta membuat budak menjadi pemimpin.. (Jalaluddin Rumi)
Semua orang mencintai wanita, tetapi mereka berkata:
“Mencintai wanita adalah awal dari sebuah derita.”
Bukan wanita yang membuat derita. Tetapi mencintai wanita yang tidak mencintaimulah yang akan menciptakan derita bagimu. (Imam Syafi’i)
“Mencintai wanita adalah awal dari sebuah derita.”
Bukan wanita yang membuat derita. Tetapi mencintai wanita yang tidak mencintaimulah yang akan menciptakan derita bagimu. (Imam Syafi’i)
Malapetaka paling besar adalah bila engkau mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain. Atau jika engkau mengharapkan kebaikan seseorang, akan tetapi justru orang itu berharap agar kita celaka atau binasa. (Imam Syafi’i)
Cinta adalah buhulnya iman, dimana orang tidak akan sejahtera maupun selamat dari ancaman Allah tanpa cinta. Maka hendaklah hamba itu berperilaku atas dasar cinta. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
Jika mata batin Anda tidak mampu menangkap dan mencermati secara seksama terhadap kemuliaan dan kesempurnaan Sang Maha Pencipta dan tidak mampu mencintai-Nya dengan kecintaan yang amat sangat, maka Anda jangan sampai tidak mencintai pemberi nikmat dan yang berbuat baik kepada Anda. Anda jangan sekali-kali lebih rendah daripada seekor anjing, sebab anjing itu mencintai tuannya yang selalu berbuat baik kepadanya. (Imam Ghozali)
Sekiranya aku disuruh memilih umur sampai seratus tahun dan kugunakan untuk beribadah kepada Allah dengan nyawaku diambil hari ini juga, niscaya kupilih nyawaku dicabut sekarang juga, karena rinduku kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang sholeh dari hamba-hambaNya. (Muhammad Mahdi Al-Shifi)
Sholawat dan salam yang kita ungkapkan lewat bibir mungil para bayi yang tersenyum dengan mata telanjang bening berbinar, lebih dari kejujuran hati kita masing-masing.
Sampai Nabi SAW menyebutkan,” Tak seorangpun akan menggapai kesempurnaan imannya, sampai Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya ketimbang keluarga, harta, dan sesama manusia. (Muhammad Luqman Hakiem)
Sampai Nabi SAW menyebutkan,” Tak seorangpun akan menggapai kesempurnaan imannya, sampai Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya ketimbang keluarga, harta, dan sesama manusia. (Muhammad Luqman Hakiem)
Seseorang datang kepada rabi’ah, tetapi ia mengumpat dunia. Rabi’ah lalu mengatakan:
“Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang mencintai sesuatu lebih dari mengingat Allah, lalu ingatannya itu akan membawanya kepada kesia-siaan.” (Rabi’ah Al-Adawiyah)
“Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang mencintai sesuatu lebih dari mengingat Allah, lalu ingatannya itu akan membawanya kepada kesia-siaan.” (Rabi’ah Al-Adawiyah)
Setiap makhluk dihiasi dengan atribut-atribut kecantikan dan cinta adalah burung yang telah terbang dari sangkar kesatuan bertengger di cabang penampilan dan keserbaragaman. dari kecemerlangan itu megah dari si kekasih, dan dari itu pula ratapan sedih si pencinta..” (Hakim Nuruddin Abdurrahman Jami’)
Wahai Keluarga Rasul, mencintai kalian wajib hukumnya dalam Al-Quran. Kami bangga degan kalian. Orang yang tidak membaca sholawat untuk kalian, tidak akan mendapat rahmat. (Imam Syafi’i)
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
SYAIR SUFI
AKAL
akal adalah suatu jenis
yang sama dengan malaikat
malaikat memiliki sayap
sedang akal tidak
namun, jika memang kedua hal itu
memiliki fungsi yang sama
maka perlu dipertimbangkan
bentuk dari kedua hal tersebut
bila bentuk malaikat lenyap
kenyataannya mereka
hanya akan menjadi akal fitri
yang tidak memiliki sayap
kami menjadi sadar
bahwa malaikat merupakan
akal fitri yang telah berwujud
merekah adalah akal yang terjawantah
sama halnya, apabila engkau
membuat burung dari lilin
lenyap dengan bulu dan sayapnya,
dia tetap sebagai lilin
tidakkah engkau lihat ketika bulu,
sayap,kepala,dan kaki burung itu dilelehkan,
ia akan menjadi lilin?
(Jalaluddin Rumi)
akal adalah suatu jenis
yang sama dengan malaikat
malaikat memiliki sayap
sedang akal tidak
namun, jika memang kedua hal itu
memiliki fungsi yang sama
maka perlu dipertimbangkan
bentuk dari kedua hal tersebut
bila bentuk malaikat lenyap
kenyataannya mereka
hanya akan menjadi akal fitri
yang tidak memiliki sayap
kami menjadi sadar
bahwa malaikat merupakan
akal fitri yang telah berwujud
merekah adalah akal yang terjawantah
sama halnya, apabila engkau
membuat burung dari lilin
lenyap dengan bulu dan sayapnya,
dia tetap sebagai lilin
tidakkah engkau lihat ketika bulu,
sayap,kepala,dan kaki burung itu dilelehkan,
ia akan menjadi lilin?
(Jalaluddin Rumi)
Label: Artikel Islami
Cyber's Knight
Langganan:
Postingan (Atom)